BERITA LAINNYA

Kuliah Tamu Rekayasa Faktor Manusia

Jumat (10/20) - Ruang Pola Gedung Pusat Penelitian Semen. Kuliah tamu dilaksanakan pada pukul 14.00 WIB oleh seorang dosen tamu yang tak lain adalah Ketua Sistem Penjaminan Mutu dan Penilaian Kinerja Sekolah Tinggi Manajemen Semen Indonesia (STIMSI), yaitu Ibu Dr. Sri Gunani Partiwi, S.T., M.T. Selain menjabat di STiMSI, Beliau juga merupakan dosen senior di ITS dan juga menjabat sebagai kepala Laboratorium Ergonomi dan Perancangan Sistem Kerja Jurusan Teknik Industri ITS. Sewaktu beliau menjabat sebagai Ketua Jurusan Teknik Industri selama satu periode, begitu banyak prestasi yang diraih jurusan Teknik Industri, hingga akhirnya beliau menjadi Ketua Jurusan Berprestasi tingkat Nasional. Bu Nani, panggilan akbrabnya, juga seorang ibu rumah tangga dengan 4 anak. Kuliah tamu Rekayasa Faktor Manusia kali ini mengambil topik Faktor Manusia dalam Sistem Produksi.

Tidak ada sistem produksi yang tidak menggunakan manusia, bahkan sistem yang full automatic pun tetap membutuhkan manusia sebagai pemonitor. Manusia merupakan faktor kunci dalam suatu sistem produksi, sehingga menjadi salah satu penyebab cost jika tidak dioptimalkan performansinya.

Dalam perkembangan atribut kompetensi, arah kompetensi perusahaan bergerak dari harga, quality, delivery, flexibilitas, dan inovasi. Ketika mahasiswa ditanya apakah lebih memilih apel Malang dengan harga Rp. 30.000 ataukah Apel Washington dengan harga Rp. 20.000, hampir semua menjawab Apel Washington. Jika harga apel sama, mahasiswa lebih memilih Apel Malang, asalkan rasanya sudah lebih manis. Singkatnya, arah pilihan masyarakat bergeser dari harga menjadi kualitas. Apabila Apel Malang sudah ditingkatkan kualitas rasanya, mungkin salah satunya dengan rekayasa genetik menjadi rasa yang lebih manis. Kompetensi tersebut bergeser sampai arah inovasi.

Dalam proses produksi, dimana terdapat proses transformasi resource menjadi produk, peran manusia sangat menentukan. Untuk meningkatkan produktivitas sistem produksi, maka harus mengoptimalkan produktivitas manusia. Sedangkan manusia memiliki kelebihan dan keterbatasan. Untuk mengakomodasi keterbatan manusia, perlu desain sistem kerja yang menerapkan prinsip Fitting The Machine to The Man atau Fitting The Task to The Man, juga Fitting The Product to The Man.

Beberapa wahana yang dapat meningkatkan produktivitas kerja antara lain studi kerja untuk mendapatkan sistem kerja yang paling produktif, ataupun rekomendasi atau cara kerja yang paling efektif. Wahana lain adalah kesehatan dan keselamatan kerja, industrial safety, serta ergonomic (human factor). Dalam kuliah tamu ini, banyak ditampilkan video tentang sistem kerja di berbagai sistem produksi, dan perbaikan dari segi ergonomic. Misalnya di lantai produksi rokok, karyawan produksi dikondisikan mendengarkan musik yang nge-bit, hal ini dilakukan untuk menambah semangat karyawan produksi sehingga produktivitasnya meningkat.

Perbaikan sistem kerja juga dilakukan di IKM yang memproduksi barang dengan cara manual dan tanpa bantuan alat, kemudian dibuatkan sebuah alat yang dirancang agar manusia bisa bekerja dengan nyaman dalam waktu yang lama. Dengan memperhatikan aspek ergonomis, manusia akan lebih nyaman dalam bekerja sehingga produktivitas meningkat. Dengan melihat video-video contoh faktor manusia dalam sistem produksi, memberi inspirasi bagi mahasiswa untuk melakukan perbaikan sistem kerja di IKM yang dekat dengan lingkungan sekitar, ataupun memberikan inspirasi desain produk yang ergonomis yang mengedepankan prinsip ENASE (Efektif, Nyaman, Aman, Sehat, dan Efisien).(kun) (Humas, 10 Oktober 2014)